
Memasuki tahun ajaran baru, Madrasah kembali menyambut kehadiran tunas-tunas bangsa melalui program orientasi yang dirancang secara komprehensif. Selama lima hari penuh, para siswa baru diajak untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai dasar, budaya spiritual, wawasan kebangsaan, hingga kepedulian lingkungan hidup yang menjadi pilar utama pendidikan di madrasah. Program orientasi ini bukan sekadar rutinitas formalitas pengenalan fisik sekolah. Lebih dari itu, susunan jadwal yang terstruktur rapi mencerminkan komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga matang secara emosional dan spiritual. Mari kita bedah bagaimana transformasi ini dibentuk hari demi hari.
Hari Pertama: Fondasi Visi, Misi, dan Pengenalan Lingkungan
Langkah awal para siswa baru diawali dengan proses registrasi dan apel pagi yang dipandu oleh Ibu Rita Rusna. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan hangat dari Kepala Madrasah, Ibu Nurmadiah, M. Pd. Kehadiran pimpinan madrasah ini memberikan motivasi mendasar bagi seluruh peserta didik baru agar siap beradaptasi dengan atmosfer belajar yang baru. Materi inti pertama yang diberikan adalah Kemadrasahan (Visi & Misi Madrasah) yang disampaikan oleh Ibu Rusmawati dan Ibu Ratna Juwita. Pemahaman visi-misi ini sangat krusial agar siswa memiliki arah dan cita-cita yang sejalan dengan lembaga. Selepas jeda penyegaran (ice breaking) bersama Ibu Sella Kubatini, siswa diajak mengenal infrastruktur penunjang melalui materi Pengenalan Sarpras oleh Bapak Azwir dan Ibu Mardiana. Hari pertama ditutup dengan pengerjaan LKPD serta sesi refleksi bersama Ibu Marliani dan Bapak Hilmi untuk mengukur pemahaman awal siswa.
Hari Kedua: Penanaman Nilai, Akhlak, dan Tata Krama
Hari kedua difokuskan pada pembentukan karakter. Setelah apel pagi, aktivitas diawali dengan kegiatan literasi melalui lagu yang dibimbing oleh Ibu Suryanti dan Ibu Yuliani, sebuah pendekatan kreatif untuk mencairkan suasana. Materi utama berikutnya adalah Nilai-nilai Madrasah oleh Ibu Irawati dan Ibu Asmani. Karakter religius kemudian dipertegas melalui sesi Akhlak & Tata Krama yang disampaikan oleh Ibu Yusnaini dan Ibu Mutia. Di sini, siswa diajarkan etika berkomunikasi dan berperilaku di lingkungan madrasah. Uniknya, metode pembelajaran tidak hanya searah; pada sesi akhir, Ibu Mardiana dan Ibu Evi melibatkan siswa dalam Studi Kasus untuk melatih kemampuan analisis moral mereka, sebelum akhirnya ditutup dengan refleksi bersama Ibu Juliana dan Ibu Ummi.
Hari Tercapainya Madrasah Aman, Sehat, dan Tanggap Digital Menghadapi tantangan zaman modern, hari ketiga dirancang untuk membekali siswa dengan kesadaran sosial dan digital. Sesi literasi diisi dengan games edukatif oleh Ibu Sella Kubatini. Selanjutnya, Ibu Irawati dan Ibu Asmani kembali hadir membawakan tema penting: Madrasah Aman dan Sehat. Tidak kalah penting, materi Literasi Digital disampaikan oleh Ibu Mardiana dan Ibu Evi guna memberikan panduan bijak bermedia sosial bagi generasi Z. Guna mencegah perundungan di lingkungan sekolah, diadakan pula Simulasi Bullying oleh Ibu Marliani dan Ibu Ummi. Simulasi ini memberikan gambaran nyata dampak buruk perundungan serta bagaimana langkah mitigasinya, ditutup dengan evaluasi harian bersama Bapak Amiruddin.
Fokus Utama Pengembangan Karakter Siswa Religiusitas & Akhlak: Menanamkan etika Islam dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan Digital & Sosial: Membekali siswa kemampuan menyaring informasi dan menolak segala bentuk perundungan. Cinta Tanah Air: Mengokohkan pilar kebangsaan melalui pemahaman moderasi beragama dan bela negara. Ekologis: Mengajak siswa peduli secara nyata terhadap kelestarian alam melalui proyek lingkungan.











